Meningkatnya penggunaan fitur paylater pada aplikasi e-commerce menunjukkan adanya perubahan cara masyarakat memandang utang di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi dan pengalaman pekerja pengguna paylater dalam memaknai utang digital, serta memahami keterkaitannya dengan gaya hidup konsumtif, lingkungan sosial, dan perkembangan teknologi e-commerce. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma non-positivis dan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap lima pekerja pengguna paylater yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan paylater mendorong perubahan cara pandang terhadap utang dari sesuatu yang sebelumnya cenderung dihindari menjadi lebih diterima sebagai bagian dari aktivitas konsumsi sehari-hari. Kemudahan akses, fleksibilitas pembayaran, serta berbagai promosi yang ditawarkan platform e-commerce menjadi faktor yang mendukung penggunaan paylater. Selain itu, lingkungan sosial dan budaya digital turut memperkuat penerimaan terhadap layanan tersebut. Di sisi lain, penggunaan paylater juga memunculkan perasaan khawatir dan tekanan psikologis ketika pengguna menghadapi kewajiban pembayaran. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan paylater tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga melibatkan dimensi sosial, budaya, dan psikologis dalam kehidupan pengguna.
Copyrights © 2026