Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh struktur kepemilikan yang mencakup kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional serta kebijakan utang terhadap persistensi laba pada perusahaan sektor kesehatan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2019–2023. Menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif-verifikatif, studi ini menerapkan regresi panel data yang terdiri dari 16 perusahaan sampel selama lima tahun, menghasilkan 80 observasi. Pemilihan sampel dilakukan melalui teknik purposive sampling. Uji diagnostik asumsi klasik dan hipotesis dilaksanakan menggunakan EViews 12. Temuan pengujian simultan membuktikan bahwa ketiga variabel independen secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap persistensi laba dengan kontribusi penjelasan sebesar 26,7% terhadap variasinya. Secara parsial, kepemilikan manajerial menunjukkan pengaruh negatif signifikan, sementara kepemilikan institusional tidak mencapai ambang signifikansi statistik. Tingkat hutang memberikan pengaruh negatif yang paling kuat dan memiliki makna ekonomis yang substansial, mengindikasikan bahwa leverage yang tinggi secara nyata menggerus keberlanjutan laba yang dilaporkan. Penelitian ini memberikan kontribusi pada literatur kualitas laba di sektor kesehatan Indonesia industri yang secara strategis terbukti tangguh selama pandemi COVID-19. Temuan penelitian menawarkan panduan berbasis bukti bagi investor, manajemen, dan regulator keuangan dalam upaya meningkatkan kredibilitas persistensi laba perusahaan.
Copyrights © 2026