Abstrack. Gender is a social construct that distinguishes the roles of men and women, which also affects the pattern of household electrical energy utilization. This study aims to analyze the role of gender in the use of household electrical energy in Griya Jatinangor II Housing, a lower-middle area in Sumedang Regency. The method used is a mixed method with the Harvard model Gender Analysis Framework (GAF) approach. Data was collected through observations, documentation studies, and questionnaires of 65 respondents by 2024, which were then analyzed based on their gender, activity, access, and control profiles. The results showed that women (housewives) were dominant in the management of electrical energy by 75.9%, and the management of domestic tasks with girls by 54.6%. In contrast, men are more dominant in technical aspects such as network maintenance and electrical equipment. These findings confirm that women make a major contribution to energy savings through the regulation of electronic devices and the education of family members. Therefore, increased gender-based energy efficiency education is needed to support sustainable energy utilization. Abstrak. Gender merupakan konstruksi sosial yang membedakan peran laki-laki dan perempuan, yang turut memengaruhi pola pemanfaatan energi listrik rumah tangga. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran gender dalam pemanfaatan energi listrik rumah tangga di Perumahan Griya Jatinangor II, sebuah kawasan menengah ke bawah di Kabupaten Sumedang. Metode yang digunakan adalah metode campuran (mixed methods) dengan pendekatan Gender Analysis Framework (GAF) model Harvard. Data dikumpulkan melalui observasi, studi dokumentasi, dan kuesioner terhadap 65 responden pada tahun 2024, yang kemudian dianalisis berdasarkan profil aktivitas, akses, dan kontrol gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan (ibu rumah tangga) dominan dalam pengelolaan energi listrik sebesar 75,9% dan pengelolaan tugas domestik bersama anak perempuan sebesar 54,6%. Sebaliknya, laki-laki lebih dominan pada aspek teknis seperti pemeliharaan jaringan dan peralatan listrik. Temuan ini menegaskan bahwa perempuan memiliki kontribusi besar dalam penghematan energi melalui pengaturan alat elektronik dan edukasi anggota keluarga. Oleh karena itu, peningkatan edukasi efisiensi energi berbasis gender diperlukan guna mendukung pemanfaatan energi yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026