Perkembangan digitalisasi layanan mendorong konsumen mengutamakan kemudahan dan kualitas interaksi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh Perceived Convenience dan E-Service Quality terhadap Minat Beli Ulang konsumen SPBU Shell di Kota Cirebon. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif asosiatif, menggunakan 130 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, serta regresi linear berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa Perceived Convenience memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli Ulang, demikian pula E-Service Quality. Ketika dianalisis secara simultan, kedua variabel tersebut menjelaskan 82,5% variasi Minat Beli Ulang, menandakan bahwa kombinasi kemudahan layanan fisik dan kualitas layanan digital dapat meningkatkan loyalitas konsumen. Temuan ini memperkuat relevansi Technology Acceptance Model (TAM) dan SERVQUAL dalam memahami perilaku konsumen pada layanan hybrid SPBU. Secara praktis, penelitian ini memberikan rekomendasi bagi manajemen SPBU untuk mengoptimalkan pengalaman pelanggan melalui layanan yang mudah diakses dan berkualitas, serta mengintegrasikan strategi digital dan fisik secara konsisten. Secara teoretis, penelitian ini memperluas penerapan TAM, SERVQUAL, dan Theory of Planned Behavior (TPB) dalam konteks layanan energi digital.
Copyrights © 2026