Industri jasa Haji dan Umrah memiliki karakteristik intangible (tidak berwujud) dan berisiko tinggi, sehingga kepercayaan menjadi elemen krusial dalam keputusan pembelian. Pemasaran digital melalui media sosial menawarkan solusi untuk menjembatani tantangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi strategi social proof melalui konten testimoni jamaah pada akun TikTok Dewangga Lil Hajj Wal Umrah Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis isi (content analysis) model Krippendorff terhadap tujuh video testimoni yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi social proof bekerja efektif melalui integrasi empat dimensi utama: (1) Kesadaran (Awareness) yang terbangun dari narasi pengalaman autentik jamaah sebagai bukti konkret layanan; (2) Frekuensi (Frequency) yang ditandai oleh konsistensi repetisi tema kualitas pelayanan dan stabilitas interaksi audiens; (3) Perbandingan (Comparison) yang beroperasi secara implisit melalui collective endorsement untuk membentuk standar kepercayaan (benchmark trust); dan (4) Pengaruh (Influence) yang terkonfirmasi dari pergeseran perilaku audiens dari konsumsi pasif menuju partisipasi aktif (share dan save). Kesimpulannya, pemanfaatan testimoni jamaah dalam format video pendek di TikTok terbukti ampuh mereduksi persepsi risiko dan memengaruhi keputusan calon jamaah secara persuasif.
Copyrights © 2026