Penghentian energi nuklir (nuclear phase-out) di Jerman mencapai tahap final pada April 2023 dengan ditutupnya tiga reaktor nuklir terakhir, yaitu Emsland, Neckarwestheim II, dan Isar II. Kebijakan ini berlangsung di tengah krisis energi Eropa akibat terganggunya pasokan gas alam Rusia pasca konflik Rusia-Ukraina tahun 2022, yang menyebabkan kerentanan terhadap keamanan energi Jerman. Sebagai negara industri maju yang sebelumnya mengandalkan energi nuklir sebagai sumber base-load electricity, keputusan tersebut menimbulkan tantangan besar terhadap stabilitas jaringan listrik nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberhasilan Jerman dalam menggantikan fungsi energi beban dasar (base-load) melalui percepatan pengembangan energi surya sebagai bagian dari kebijakan Energiewende. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka (literature review) dengan memanfaatkan data sekunder berupa jurnal ilmiah, laporan resmi pemerintah Jerman, serta publikasi lembaga energi internasional periode 2021–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi energi Jerman didukung oleh efektivitas kebijakan desentralisasi energi melalui instalasi panel surya skala rumah tangga dan industri, dukungan regulasi seperti Solarpaket I, reformasi EEG, insentif fiskal, serta integrasi teknologi penyimpanan energi dan smart grid. Kontribusi energi terbarukan yang mencapai lebih dari 50% dalam bauran listrik nasional menunjukkan bahwa model energi tanpa nuklir tetap layak diterapkan, meskipun masih menghadapi tantangan intermitensi dan kebutuhan investasi infrastruktur jangka panjang. Kata kunci: Energiewende; energi surya; keamanan energi
Copyrights © 2026