Perkembangan teknologi digital membuat layanan perbankan menjadi lebih mudah, cepat, dan efisien melalui Mobile Banking, namun juga meningkatkan risiko kejahatan siber seperti phishing, malware, ransomware, pencurian identitas, dan berbagai penipuan digital yang mengancam data pribadi serta saldo nasabah. Penelitian ini bertujuan mempelajari peran keamanan siber dalam melindungi uang nasabah pengguna Mobile Banking, mengidentifikasi jenis ancaman yang terjadi, serta menganalisis langkah pencegahan yang dapat dilakukan bank maupun pengguna, menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif melalui buku, jurnal ilmiah, peraturan perundang-undangan, artikel, dan penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi keamanan seperti enkripsi data, autentikasi multifaktor, Cyber Threat Intelligence, sistem deteksi penipuan, dan autentikasi biometrik dapat meningkatkan keamanan transaksi digital dan mengurangi kemungkinan serangan siber. Namun, keamanan siber belum dapat melindungi secara penuh karena metode serangan yang semakin canggih dan kesalahan manusia yang masih banyak terjadi akibat rendahnya literasi digital masyarakat. Oleh karena itu, perlindungan yang optimal hanya dapat tercapai melalui kerja sama antara pemerintah, lembaga perbankan, dan masyarakat dalam memperkuat sistem keamanan, regulasi, serta pemahaman digital, karena tingkat keberhasilan keamanan siber tetap bergantung pada kesadaran dan kewaspadaan pengguna dalam menjaga data pribadi serta akun Mobile Banking mereka.
Copyrights © 2026