Latar belakang: Tuberkulosis Paru (TB Paru) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. TB Paru tiga kali lebih mungkin ditemukan pada penderita Diabetes Melitus (DM) karena sistem imun yang lemah. Nilai LED umumnya tetap dalam batas normal pada penyakit infeksi lokal ringan atau infeksi akut. Sebaliknya, LED meningkat tajam pada tuberkulosis, infeksi kronis, demam rematik, radang sendi, dan nefritis. Tujuan: untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan yang bermakna antara kadar glukosa darah dengan laju endap darah (LED) pada penderita tuberkulosis (TB) paru di Puskesmas Kota Tembilahan. Metode: penelitian analitik observasional dengan metode pendekatan cross sectional dengan sampel penelitian sebanyak 30 orang penderita yang terdiagnosis TB Paru. Sampel sebanyak 30 pasien akan dilakukan pemeriksaan glukosa darah metode spektrofotometer dan LED metode westergreen. Hasil: Berdasarkan hasil analisis data SPSS dengan uji korelasi diperoleh nilai p sebesar 0,166 > 0,05 yang berarti tidak ada hubungan dan tingkat korelasi lemah sebesar -0,259. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara kadar gula darah puasa dengan pemeriksaan LED pada pasien dengan diagnosis tuberkulosis paru.
Copyrights © 2026