Latar belakang: Tinea pedis merupakan infeksi jamur superfisial yang sering menyerang sela-sela jari kaki dan umumnya disebabkan oleh jamur dermatofita, terutama Trichophyton sp. Kondisi lingkungan kerja yang basah dan lembab serta personal hygiene yang kurang baik dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi ini, khususnya pada pedagang ikan di pasar tradisional. Tujuan: untuk mengetahui hubungan personal hygiene pedagang ikan terhadap pertumbuhan jamur Trichophyton sp pada sela-sela jari kaki di pasar tradisional. Metode: Jenis penelitian deskriptif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 30 pedagang ikan yang diambil secara purposive sampling. Pemeriksaan dilakukan melalui kerokan kulit sela-sela jari kaki yang terinfeksi, kemudian dilakukan kultur pada media Sabouraud Dextrose Agar dan identifikasi mikroskopis dengan teknik kultur slide. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 5 responden (16,7%) teridentifikasi positif jamur Trichophyton sp dan mayoritas responden memiliki personal hygiene baik (90%). Selain Trichophyton sp, ditemukan jamur lain seperti Aspergillus sp, Penicillium sp, Fusarium sp, Mucor sp, Rhizopus sp, dan Candida sp. Kesimpulan: Hasil analisis statistik menggunakan uji chi-square diperoleh nilai p value sebesar 0,414 (>0,05), sehingga disimpulkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara personal hygiene pedagang ikan dengan pertumbuhan jamur Trichophyton sp pada sela-sela jari kaki.
Copyrights © 2026