Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan dari maskot Athara sebagai representasi city branding pariwisata budaya serta untuk mengkaji perannya dalam membangun citra Kota Cirebon sebagai destinasi pariwisata budaya. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dipilih pada penelitian ini dengan pengambilan data melalui wawancara semi-terstruktur, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif dari Miles dan Huberman dengan bantuan dari perangkat lunak Nvivo, yang kemudian diinterpretasikan berdasarkan City Brand Hexagon. Hasil menunjukkan bahwa Athara dimanfaatkan pada media promosi, media digital, kegiatan budaya dan edukasi serta aktivitas pariwisata sehingga akhirnya memperkuat citra Kota Cirebon sebagai destinasi pariwisata budaya. Athara juga merepresentasikan budaya lokal melalui simbol Udang dan Batik Mega Mendung, namun efektivitasnya masih dipengaruhi oleh konsistensi dari implementasi dan perluasan pemanfaatan di ruang publik maupun destinasi wisata. Penelitian ini menegaskan bahwa Athara berperan sebagai identitas visual, sekaligus sebagai instrumen implementasi city branding.
Copyrights © 2026