Latar Belakang: Pasien tirah baring di ruang Intensive Care Unit (ICU) memiliki risiko tinggi mengalami luka dekubitus akibat tekanan berkepanjangan yang mengganggu sirkulasi darah dan menyebabkan kerusakan jaringan kulit. Luka dekubitus dapat menimbulkan nyeri, infeksi, memperpanjang lama rawat, serta meningkatkan beban pelayanan kesehatan. Pencegahan secara optimal melalui intervensi keperawatan nonfarmakologis sangat diperlukan, salah satunya dengan kombinasi terapi alih baring dan massage effleurage.Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi terapi alih baring dan massage effleurage terhadap risiko luka dekubitus pada pasien tirah baring di ruang ICU RS Sari Asih Serang.Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif quasi experimental dengan pendekatan one group pre-test and post-test. Sampel berjumlah 40 pasien tirah baring yang diambil menggunakan teknik total sampling. Risiko luka dekubitus diukur menggunakan Skala Norton sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi berupa alih baring setiap dua jam dan massage effleurage menggunakan Virgin Coconut Oil (VCO) selama tiga hari. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan terdapat penurunan risiko luka dekubitus yang signifikan setelah diberikan kombinasi terapi alih baring dan massage effleurage dengan nilai p < 0,05.Kesimpulan dan Saran: Kombinasi terapi alih baring dan massage effleurage efektif dalam menurunkan risiko luka dekubitus pada pasien tirah baring di ruang ICU. Disarankan intervensi ini diterapkan secara rutin sebagai bagian dari standar asuhan keperawatan untuk pencegahan luka dekubitus.Kata Kunci: alih baring, massage effleurage, risiko luka dekubitus
Copyrights © 2026