Kegiatan halaqah Al-Qur'an merupakan metode utama dalam pembelajaran tahfidz di pesantren. Namun, proses menghafal yang berlangsung secara intensif dan berkelanjutan berpotensi menimbulkan kejenuhan pada santri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk kejenuhan santri dalam kegiatan halaqah Al-Qur'an, faktor-faktor penyebabnya, serta implikasinya terhadap prestasi hafalan di PPTQ Nurussunnah Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap santri dan musyrif halaqah. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejenuhan santri muncul dalam bentuk kelelahan fisik, kejenuhan kognitif, dan kejenuhan emosional. Faktor penyebab kejenuhan berasal dari faktor internal berupa menurunnya motivasi belajar, keterbatasan daya ingat, dan kondisi psikologis santri, serta faktor eksternal berupa target hafalan yang tinggi, metode pembelajaran yang monoton, dan lingkungan belajar yang kurang variatif. Kejenuhan tersebut berdampak pada menurunnya kualitas dan kuantitas hafalan Al-Qur'an, termasuk keterlambatan pencapaian target hafalan dan berkurangnya kualitas muraja'ah. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang lebih variatif serta dukungan psikologis yang memadai untuk meminimalkan kejenuhan santri. Kata Kunci: kejenuhan belajar, halaqah Al-Qur'an, tahfidz, prestasi hafalan, santri.
Copyrights © 2026