Pajak merupakan salah satu sumber pendapatan negara yang krusial, namun bagi perusahaan, pajak kerap dianggap sebagai beban yang mengurangi laba bersih. Hal ini memicu perusahaan untuk melakukan praktik penghindaran pajak (tax avoidance), terutama pada sektor pertambangan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh konservatisme akuntansi, financial distress, kepemilikan keluarga, dan capital intensity terhadap tax avoidance. Populasi penelitian mencakup perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2023. Dengan menggunakan metode purposive sampling, terpilih 32 perusahaan sebagai sampel sehingga menghasilkan 128 observasi data sekunder. Data dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda. Hasil penelitian membuktikan bahwa konservatisme akuntansi memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap tax avoidance, sementara kepemilikan keluarga terbukti berpengaruh positif signifikan. Sebaliknya, variabel financial distress dan capital intensity terbukti tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penghindaran pajak. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan bagi regulator untuk menetapkan batasan proporsi kepemilikan keluarga guna mencegah kebocoran penerimaan pajak, serta bagi investor agar mempertimbangkan prinsip konservatisme akuntansi perusahaan sebagai indikator keandalan laporan keuangan sebelum berinvestasi.Kata Kunci: tax avoidance, konservatisme, distress, keluarga, capital.
Copyrights © 2026