Latar belakang: Kejang demam merupakan kondisi gawat darurat yang sering terjadi pada anak balita, terutama saat demam tinggi tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Banyak orangtua masih memiliki pengetahuan yang terbatas mengenai cara pencegahan dan penanganannya. Kurangnya informasi dan edukasi menjadi salah satu faktor utama penyebab keterlambatan penanganan. Tujuan: Diketahui pengaruh edukasi kesehatan melalui metode simulasi terhadap pengetahuan orangtua dalam pencegahan resiko kejang di Wilayah Kerja Puskesmas Panjang Kota Bandar Lampung Tahun 2025. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimen menggunakan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian ini sebanyak 40 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji t-test berpasangan. Hasil: Uji t-test menunjukkan nilai p-value = 0,001 < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan edukasi kesehatan melalui metode simulasi terhadap peningkatan pengetahuan orangtua dalam mencegah kejang demam pada anak. Kesimpulan: Terdapat pengaruh edukasi kesehatan melalui metode simulasi terhadap pengetahuan orangtua dalam pencegahan resiko kejang di Wilayah Kerja Puskesmas Panjang Kota Bandar Lampung Tahun 2025.
Copyrights © 2026