Latar Belakang: Puskesmas Panyileukan adalah Puskesmas Tingkat pertama yang berada di Kecamatan Panyileukan Kota Bandung, menyediakan layanan kesehatan dasar komprehensif termasuk layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Imunisasi dan Tumbuh kembang anak. Hasil studi pendahuluan didapatkan angka kejadian Stunting di Puskesmas Panyileukan pada tahun 2024 sebanyak 94 balita dari 567 balita dan termasuk kedalam urutan 10 besar angka presentasi stunting di Kota Bandung. Berbagai Upaya telah dilakukan pemerintah dalam menurunkan angka kejadian stunting dan melibatkan berbagai sektor dimasyarakat, salah satunya adalah melibatkan kader posyandu dalam melakukan skrining stunting pada balita. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengetahuan kader posyandu dalam deteksi dini stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Panyileukan. Design penelitian yang digunakan deskritif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data menggunakan kuisioner pengetahuan tentang deteksi dini stunting pada balita yang diberikan kepada 55 orang kader posyandu. Analisa data dilakukan dengan statistic deskriptif dan uji Spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kader posyandu memiliki tingkat pengetahuan Baik (78,18%), lebih dari setengahnya berusia 51-60 tahun (50,91%), lebih dari setengahnya berpendidikan menengah (56,36%), sebagian besar sudah menjadi kader > 3 tahun (70,91%) dan hampir seluruhnya pernah mengikuti pelatihan kader (94,55%). Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara usia, tingkat pendidikan, lama menjadi kader, dan riwayat pelatihan dengan tingkat pengetahuan kader (seluruh p-value > 0,05). Kesimpulan: Karakteristik kader tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengetahuan, baik dari segi: Usia (p-value 0.9911), Tingkat Pendidikan (p-value 0.5766), Lama bertugas sebagai kader (p-value 0.9190), dan Pelatihan kader yang pernah diikuti (p-value 0.3559).
Copyrights © 2026