Penelitian ini bertujuan memetakan struktur intelektual, sosial, dan konseptual literatur tentang visual pollution dan perceived authenticity dalam konteks urban heritage serta mengidentifikasi kesenjangan dan agenda riset terintegrasi. Menggunakan pendekatan bibliometrik, data diambil dari database Scopus dengan dua jalur pencarian terpisah: (1) visual pollution + heritage (381 dokumen) dan (2) perceived authenticity + heritage (412 dokumen). Setelah penghapusan duplikat, diperoleh 818 dokumen unik (1987–Maret 2026). Analisis dilakukan dengan Biblioshiny meliputi tren publikasi, aktor kunci, kolaborasi, co‑citation, dan co‑occurrence kata kunci. Hasil menunjukkan pertumbuhan pesat publikasi dalam dekade terakhir dengan tingkat pertumbuhan tahunan 8,71%, didominasi jurnal Sustainability (Switzerland) dan Journal of Heritage Tourism. Penelitian tentang perceived authenticity memiliki landasan intelektual yang kokoh dalam pariwisata, sementara visual pollution tersebar dalam disiplin arsitektur dan perencanaan kota tanpa karya fondasional yang terpusat. Jaringan kolaborasi terfragmentasi antara kedua domain. Pemetaan konseptual mengungkap dua klaster utama: (1) visual impacts dan authenticity serta (2) heritage tourism dan perception. Tema deep learning muncul sebagai fokus baru pada periode terkini, sementara tema streetscape dan visual perception semakin menguat. Penelitian ini menyimpulkan perlunya integrasi lintas disiplin melalui pengembangan kerangka teoretis terpadu, instrumen pengukuran simultan, dan pemanfaatan teknologi digital untuk menjembatani kajian visual pollution dan perceived authenticity dalam pengelolaan kawasan warisan perkotaan yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026