Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model konseptual manajemen informasi berbasis kearifan lokal guna mendukung pengembangan koleksi berkelanjutan untuk permukiman berkelanjutan (SDGs 11). Dengan menggunakan pendekatan studi pustaka kualitatif, artikel ini menyintesis literatur teoretis dan empiris dari satu dekade terakhir. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal ke dalam manajemen informasi memerlukan pergeseran paradigma: kearifan lokal harus direposisi dari objek dokumentasi pasif menjadi landasan epistemologis aktif yang membingkai seluruh siklus hidup informasi. Model yang diusulkan mengadaptasi siklus hidup informasi konvensional menjadi proses siklis enam tahap: perencanaan partisipatif, akuisisi kolaboratif dan etis, organisasi kontekstual, preservasi berkelanjutan, akses inklusif, serta evaluasi dampak dan umpan balik. Model ini menghasilkan Koleksi Berkelanjutan yang didefinisikan melalui tiga dimensi yang saling terkait: keberlanjutan konten (mendukung ketahanan ekologis dan sosial), keberlanjutan proses (pengelolaan yang ramah lingkungan dan partisipatif), dan keberlanjutan dampak (kontribusi terukur terhadap perencanaan permukiman dan ketahanan komunitas). Kajian ini menjembatani kesenjangan teoretis antara manajemen informasi, studi kearifan lokal, dan pembangunan berkelanjutan, serta menawarkan kerangka praktis bagi lembaga informasi untuk berkontribusi secara strategis menuju permukiman yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan. Abstral harus ditulis dengan ringkas dan jelas.
Copyrights © 2026