Infrastruktur jaringan komputer berskala besar di institusi pendidikan menengah seringkali tidak disertai dokumentasi yang mutakhir, sehingga menyulitkan pengelolaan dan pemeliharaan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja jaringan dan menghasilkan dokumentasi topologi terbaru di SMA Negeri 7 Tasikmalaya menggunakan parameter Quality of Service (QoS) dan metodologi PPDIOO fase Prepare, Plan, dan Design. Novelty penelitian ini terletak pada integrasi pengukuran QoS berbasis standar TIPHON dengan perancangan ulang topologi menggunakan PPDIOO secara bersamaan pada konteks sekolah menengah berskala besar dengan lebih dari 1.000 pengguna aktif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, dan pengukuran langsung menggunakan Wireshark serta tools bawaan MikroTik di tiga titik sampel: laboratorium komputer, ruang guru, dan ruang tata usaha. Hasil pengukuran menunjukkan throughput bervariasi signifikan antar lokasi: 7.842 kbps (sangat bagus) di laboratorium, 987 kbps (cukup) di ruang guru, dan 642 kbps (kurang baik) di ruang tata usaha, sementara parameter delay, jitter, dan packet loss secara keseluruhan berada pada kategori sangat bagus. Penelitian menghasilkan rekomendasi teknis berupa penerapan topologi star untuk gedung baru, realokasi bandwidth pada router MikroTik, perbaikan lingkungan penyimpanan perangkat, dan optimalisasi server tidak terpakai untuk perpustakaan digital.
Copyrights © 2026