Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis framing pemberitaan dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud) pada media online Kompas.com dan Detik.com. Kasus ini menjadi perhatian publik karena berkaitan dengan program digitalisasi pendidikan nasional yang menggunakan anggaran negara dalam jumlah besar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis framing Robert N. Entman yang meliputi empat elemen, yaitu define problems, diagnose causes, make moral judgement, dan treatment recommendation. Data penelitian diperoleh dari empat belas berita yang terdiri atas tujuh berita Kompas.com dan tujuh berita Detik.com. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompas.com cenderung membingkai kasus sebagai persoalan kebijakan publik dan tata kelola program digitalisasi pendidikan, sedangkan Detik.com lebih menekankan aspek hukum melalui proses penyidikan, penetapan tersangka, dan kerugian negara. Perbedaan framing tersebut menunjukkan bahwa media memiliki peran penting dalam mengonstruksi realitas sosial melalui pemilihan dan penonjolan fakta tertentu.
Copyrights © 2026