Fashion kerap dipahami sebagai bentuk ekspresi diri, namun dalam fakta lapangan seringkali menjadi dasar munculnya persepi dan judgment terhadap individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fashion sebagai bentuk komunikasi nonverbal dan simbolik serta memahami bagaimana perbedaan penafsiran terhadap fashion dapat memunculkan persepsi dan judgment sosial dalam interaksi sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Data diperoleh melalui teknik dokumentasi dengan menelaah jurnal ilmiah dan buku yang relevan dengan topik fashion, komunikasi nonverbal, interaksionisme simbolik, dan persepsi sosial. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif-kualitatif untuk membangun pemahaman konseptual mengenai makna simbolik fashion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fashion berfungsi sebagai media komunikasi nonverbal yang menyampaikan pesan visual mengenai identitas, citra diri, dan gaya hidup individu. Namun, makna fashion tidak bersifat tunggal karena dibentuk melalui proses interaksi sosial dan penafsiran subjektif masyarakat. Perbedaan penafsiran tersebut menyebabkan fashion kerap menjadi dasar pembentukan kesan awal yang dapat memunculkan stereotip dan judgment sosial. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih bijak dalam memaknai fashion serta memperkaya kajian ilmu komunikasi, khususnya dalam bidang komunikasi nonverbal dan interaksionisme simbolik. Kata kunci: fashion, komunikasi nonverbal, interaksionisme simbolik, judgment social
Copyrights © 2026