Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menjelaskan jurnalis sebagai penyaring informasi di tengah arus kecerdasan buatan : kajian etika dan tanggung jawab profesional pers. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (AI) telah membawa perubahan signifikan dalam cara informasi diproduksi dan disebarkan. Di tengah derasnya arus informasi yang dihasilkan oleh teknologi ini, peran jurnalis sebagai penyaring informasi menjadi sangat penting. Jurnalis harus bertindak sebagai filter kritis yang mampu memilah dan mengonfirmasi kebenaran informasi sebelum sampai ke publik. Hal ini bukan hanya soal teknik verifikasi, tetapi juga terkait dengan tanggung jawab etis dan profesional yang melekat pada profesi jurnalistik. Kajian etika jurnalistik menekankan pentingnya menjaga integritas, objektivitas, dan independensi dalam menyajikan berita, apalagi ketika berhadapan dengan informasi yang dihasilkan atau dimanipulasi oleh kecerdasan buatan. Dengan demikian, jurnalis memegang peranan strategis dalam menjaga kualitas informasi dan membangun kepercayaan publik di era digital. Tanggung jawab profesional pers tidak hanya berhenti pada penyampaian fakta, melainkan juga pada pengawalan etika yang mampu menjaga kredibilitas dan fungsi pers sebagai pilar demokrasi. Di tengah arus kecerdasan buatan yang semakin deras, jurnalis yang beretika dan profesional adalah garda terdepan dalam memastikan bahwa masyarakat menerima informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kata Kunci : Jurnalis, Kecerdasan Buatan, Kajian Etika Dan Tanggung Jawab Profesional Pers
Copyrights © 2026