Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna kebaikan dalam konsep amar ma'ruf nahi munkar, mengeksplorasi paparan dalam kerangka Teologi Islam Rahmatan Lil Alamin (TIRA), serta merekonstruksi pemahamannya agar lebih humanis dan kontekstual dalam menghadapi dinamika masyarakat kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus reflektif-konseptual. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen terhadap aktor dakwah dan pendidikan Islam, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik berbasis kerangka TIRA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna kebaikan dalam amar ma'ruf nahi munkar mengalami pergeseran dari pendekatan normatif-legalistik menuju pendekatan humanis yang menekankan rahmah, keadilan, inklusivitas, dan kemaslahatan. Selain itu, ditemukan adanya ketegangan antara interpretasi tekstual dan kontekstual dalam praktik dakwah, terutama di ruang digital yang mempercepat fragmentasi makna keagamaan. Penelitian ini juga menemukan bahwa Teologi Islam Rahmatan Lil Alamin (TIRA) berfungsi sebagai kerangka integratif yang mampu menjembatani teks, konteks, dan realitas sosial dalam memahami kebaikan secara lebih utuh. Kesimpulan penelitian menyatakan bahwa amar ma'ruf nahi munkar perlu direkonstruksi sebagai praktik sosial yang dialogis dan berbasis kemaslahatan agar relevan dengan tantangan masyarakat modern yang plural dan terdigitalisasi.
Copyrights © 2026