Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia yang berkontribusi sebesar 61,97% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap 97% tenaga kerja. Di wilayah kepulauan seperti Kabupaten Nias Selatan, UMKM memiliki peran yang lebih strategis mengingat keterbatasan lapangan kerja formal dan karakteristik geografis yang unik. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran UMKM dalam pembangunan ekonomi daerah melalui kewirausahaan di Kabupaten Nias Selatan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, studi dokumentasi, dan Diskusi Kelompok Terpumpun (FGD) terhadap 25 informan yang terdiri dari pelaku UMKM, pejabat pemerintah, akademisi, dan tokoh masyarakat. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 2.847 unit UMKM di Nias Selatan berperan signifikan dengan menyerap 73% tenaga kerja sektor non-pertanian, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memanfaatkan 85% bahan baku lokal. Semangat kewirausahaan telah mendorong inovasi produk dan adopsi digital, meskipun masih dihadapkan kendala akses modal, keterampilan teknologi, dan jangkauan pasar. Rekomendasi mencakup penguatan skema pembiayaan inklusif, pembangunan infrastruktur digital, dan peningkatan pelatihan kewirausahaan untuk mengoptimalkan potensi pertumbuhan UMKM.
Copyrights © 2026