Luka rumah tangga ringan seperti lecet, memar, dan luka iris merupakan kejadian yang umum dialami keluarga, namun sering ditangani tanpa prinsip perawatan luka yang tepat sehingga berisiko menimbulkan infeksi. Data nasional menunjukkan luka lecet, lebam, dan memar mendominasi hampir dua pertiga kejadian cedera rumah tangga di Indonesia, sementara transformasi kesehatan digital belum banyak dimanfaatkan untuk edukasi perawatan luka berkelanjutan di tingkat keluarga, khususnya di wilayah perdesaan. Rendahnya pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam perawatan luka, kebiasaan penggunaan bahan nonmedis tanpa indikasi jelas, serta minimnya pemanfaatan media digital untuk konsultasi kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Ujan Mas, Kabupaten Muara Enim. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian keluarga dalam melakukan perawatan luka ringan di rumah melalui program Homecare Berbasis Digital. Metode: kegiatan dilaksanakan melalui tahap persiapan, penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, serta pendampingan digital via WhatsApp Group selama empat minggu, dengan evaluasi pretest-posttest dan checklist keterampilan pada peserta yang terdiri atas ibu rumah tangga, kader kesehatan, dan caregiver keluarga. Hasil: ditemukan peningkatan skor pengetahuan dan keterampilan peserta yang bermakna setelah intervensi, disertai peningkatan pemanfaatan media digital untuk edukasi dan konsultasi kesehatan mandiri. Kesimpulan: program Homecare Berbasis Digital efektif meningkatkan kapasitas keluarga dalam perawatan luka rumah tangga dan berpotensi direplikasi di wilayah kerja Puskesmas lain dengan karakteristik serupa.
Copyrights © 2026