Penelitian ini membahas strategi dakwah tasawuf yang dilakukan Hanan Attaki melalui Instagram dan YouTube dalam menjangkau dan membina spiritualitas Generasi Z. Dalam dakwah digital yang berkembang pesat, para da'i harus mampu menyesuaikan metode mereka untuk memenuhi kebutuhan audiens yang serba cepat, visual, dan emosional. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Data primer diambil dari konten Instagram @hanan_attaki, dan data sekunder diambil dari berbagai literatur ilmiah tentang dakwah dan tasawuf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hanan Attaki menggabungkan nilai-nilai tasawuf seperti sabar, syukur, tawakkal, dan muhasabah dengan gaya komunikasi visual dan naratif yang dekat dengan budaya Gen Z. Instagram digunakan untuk konten pendek yang motivatif dan estetis, sementara YouTube digunakan untuk memperoleh makna melalui studi tematik dan refleksi spiritual. Menurut analisis, dakwah tasawuf telah berubah menjadi pengalaman spiritual yang visual-emosional, relevan, dan mudah diakses. Dakwah Hanan Attaki berhasil menciptakan model dakwah sufistik yang adaptif terhadap dinamika media sosial dengan menggunakan pendekatan mau'izhah hasanah yang lembut, humanis, dan mudah dipahami. Studi ini menunjukkan bahwa media digital bukan hanya alat untuk menyampaikan pesan, tetapi juga tempat bagi Gen Z untuk menciptakan makna spiritual baru serta berkontribusi pada kajian dakwah kontemporer berbasis media sosial. This study examines the Sufi da'wah strategies employed by Hanan Attaki through Instagram and YouTube to reach and nurture the spirituality of Generation Z. In the rapidly evolving field of digital da'wah, da'is must adapt their methods to meet the needs of an audience that is fastpaced, visually oriented, and emotionally driven. A qualitative descriptive approach was used in this study. Primary data were collected from the Instagram account @hanan_attaki, and secondary data were drawn from various scholarly sources on da’wah and Sufism. The results show that Hanan Attaki combines Sufi values such as patience, gratitude, tawakkal, and muhasabah with a visual and narrative communication style that resonates with Gen Z culture. Instagram is used for short, motivational, and aesthetically pleasing content, while YouTube is used to derive meaning through thematic studies and spiritual reflection. According to the analysis, Sufi da’wah has evolved into a visual-emotional, relevant, and easily accessible spiritual experience. Hanan Attaki’s da’wah successfully creates a model of Sufi da’wah that adapts to the dynamics of social media by employing a gentle, humanistic, and easily understandable “Mau’izhah Hasanah” approach. This study demonstrates that digital media is not merely a tool for conveying messages but also a space for Gen Z to create new spiritual meanings, thereby contributing to contemporary social media-based da’wah studies.
Copyrights © 2026