Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam
Vol. 4 No. 1 (2026): January-June 2026

Inclusive Da'wah and Interfaith Dialogue in Gus Iqdam's Religious Gatherings: A Case Study of Majelis Sabilu Taubah

Muh. Fatih Ahsan Maulana (UIN Syekh Wasil Kediri)



Article Info

Publish Date
28 Jun 2026

Abstract

Abstrak Keberagaman agama di Indonesia menuntut model dakwah yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian ajaran Islam, tetapi juga mampu membangun relasi sosial yang inklusif dan dialogis di tengah masyarakat yang plural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik dakwah inklusif dialogis berbasis interfaith encounter dalam pengajian Gus Iqdam di Majelis Sabilu Taubah serta kontribusinya terhadap penguatan toleransi beragama. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis interfaith encounter yang berlangsung secara alami dalam ruang pengajian, berbeda dengan kajian sebelumnya yang lebih berfokus pada dialog antaragama secara formal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi nonpartisipatif terhadap dokumentasi pengajian di YouTube, media sosial, serta berbagai dokumentasi digital yang berkaitan dengan interaksi lintas agama. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah Gus Iqdam dibangun melalui komunikasi dialogis, penggunaan bahasa yang egaliter, humor kontekstual, dan keterbukaan terhadap jamaah lintas agama sehingga pengajian menjadi ruang sosial-keagamaan yang memfasilitasi interfaith encounter. Temuan ini menegaskan bahwa dakwah inklusif berbasis komunikasi dialogis berkontribusi dalam membangun kepercayaan, kohesi sosial, dan toleransi antarumat beragama serta memperkaya kajian komunikasi dakwah di masyarakat multikultural.   Religious diversity in Indonesia calls for a model of da’wah that not only focuses on conveying Islamic teachings but also fosters inclusive, dialogical social relationships within a pluralistic society. This study aims to analyze the practice of inclusive, dialogical da’wah based on interfaith encounters in Gus Iqdam’s religious study sessions at Majelis Sabilu Taubah, and to examine its contribution to strengthening religious tolerance. The novelty of this study lies in its analysis of interfaith encounters that occur naturally within these study sessions, in contrast to previous studies that have focused more on formal interfaith dialogue. This study employs a qualitative case study design. Data were collected through non-participatory observation of recordings of religious study sessions on YouTube and social media, as well as various digital materials related to interfaith interactions. Data analysis used the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that Gus Iqdam’s da’wah is built through dialogic communication, the use of egalitarian language, contextual humor, and openness toward interfaith congregants, thereby transforming the religious lectures into a socio-religious space that facilitates interfaith encounters. These findings confirm that inclusive da'wah, based on dialogic communication, contributes to building trust, social cohesion, and tolerance among people of different faiths and enriches the study of da'wah communication in multicultural societies.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

aljamahiria

Publisher

Subject

Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Islamic Thought Review (e-ISSN : 3025-695X) is an academic peer-reviewed journal published by the Depatment of Islamic Theology and Philosophy, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Indonesia. The journal publishes scholarly articles addressing issues specific to the ...