Dillem Wilis sebagai daerah kebun kopi peninggalan Belanda yang dibangun pada tahun 1928-1929 oleh Perusahaan Belanda Roos Tangler & Co. Pada zaman kejayaan kopi van Dillem, produksi kopi per tahun adalah 5 ton. Saat ini produksi kopi robusta van Dillem sebanyak 250 kg per tahun sehingga pemerintahan Kabupaten Trenggalek ingin meningkatkan kembali kejayaan kopi van Dillem. Tujuan pelatihan ini Adalah meningkatkan ragam minuman kopi yang ditawarkan, agar cafe yang terdapat di Dillem Wilis kompetitif di tengah persaingan industri kopi. Dengan karakter kopi yang agak pahit, maka perlu dicari solusi mengembangkan rasa, aroma, dan flavor kopi agar diterima oleh wisatawan yang berkunjung ke Dillem Wilis. Pengembangan produk kopi dilakukan melalui pelatihan kepada masyarakat, pengelola usaha kopi yang berada di sekitar wilayah Dillem Wilis tentang tata cara meracik kopi dengan teknik mixology. Mixology adalah teknik meracik minuman yang mencakup pemahaman bahan, teknik pencampuran dengan metode shake, stir, dan layer serta sensasi sensorik minuman. Mixology diawali dengan cocktail yaitu minuman campuran beralkohol yang kini berkembang ke mocktail, kopi, teh, dan bahkan jamu. Perkembangannya pada awal tahun 2000 di Amerika dan Eropa yang kemudian menyebar ke seluruh dunia melalui kompetisi seperti World Brewers Cup. Materi yang diberikan mencakup pengetahuan tentang jenis kopi, bahan pemanis, metode pencampuran serta peralatan. Peserta mempraktikan cara meracik kopi dengan metode mixology yang sudah digunakan di cafe cafe kota besar. Hasil dari kegiatan ini adalah peserta terampil meracik minuman kopi yang dicampur dengan bahan pangan lokal yaitu kopi dengan dengan pemanis gula aren.
Copyrights © 2026