Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme pelestarian kearifan lokal melalui nilai Lalambate Tarantajo pada masyarakat Adat Kemacoaan Bawalipu di Kecamatan Wotu Kabupaten Luwu Timur Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi komunikasi dan fenomenologi. Analisis data didasarkan pada teori Interaksionisme Simbolik serta Fungsionalisme Struktural melalui skema AGIL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Lalambate Tarantajo yang bermakna kesatuan yang teguh terinternalisasi melalui pola interaksi simbolik dalam ritual Maccera Tasi dan budaya Gomboa sebagai forum musyawarah adat. Nilai tersebut diwariskan secara turun-temurun melalui komunikasi antargenerasi, simbol adat, serta partisipasi aktif masyarakat dalam berbagai kegiatan bersama. Pelestarian nilai ini juga diperkuat oleh struktur fungsional dua puluh dua jabatan adat yang mapan dan tetap dijalankan sesuai peran masing-masing. Struktur tersebut berfungsi sebagai instrumen integrasi sosial, pengatur hubungan kemasyarakatan, sekaligus penjaga identitas etnis Suku Wotu di tengah arus modernisasi. Temuan ini menegaskan bahwa keberlangsungan adat sangat bergantung pada keseimbangan fungsi adaptasi, pencapaian tujuan bersama, integrasi sosial, dan pemeliharaan pola nilai secara kolektif dalam kehidupan masyarakat setempat secara berkelanjutan dan harmonis.
Copyrights © 2026