Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan performa Apache HTTP Server pada dua distribusi Linux, yaitu Ubuntu 24.04 dan Debian 12. Penelitian ini mengevaluasi metrik kinerja utama, termasuk jumlah permintaan per detik, latensi, kecepatan transfer data, dan kemampuan menangani koneksi secara bersamaan. Alat benchmarking seperti Apache Benchmark (AB) dan WRK digunakan untuk mensimulasikan berbagai tingkat beban server, mulai dari kondisi ringan hingga berat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Debian menunjukkan performa yang lebih konsisten di bawah beban berat dengan latensi yang lebih rendah dan kecepatan transfer data yang lebih tinggi, sementara Ubuntu lebih efisien dalam menangani beban ringan dari segi jumlah permintaan per detik. Analisis ini memberikan wawasan bagi administrator sistem dan pengembang dalam memilih platform yang optimal untuk penerapan server web berdasarkan kebutuhan beban kerja yang spesifik.
Copyrights © 2025