Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketimpangan akses terhadap fasilitas umum dan distribusi populasi yang tidak merata di Kabupaten Soppeng. Kajian ini berfokus pada pengembangan Sistem Informasi Geografis berbasis web (WebGIS) yang mengintegrasikan data demografis dengan persebaran infrastruktur publik, meliputi sektor pendidikan, kesehatan, dan tempat ibadah, untuk menginformasikan perencanaan wilayah yang berbasis data empiris. Secara metodologis, pengembangan sistem mengadopsi model waterfall, dengan implementasi teknis memanfaatkan Leaflet.js untuk visualisasi peta interaktif dan PostgreSQL sebagai basis data spasial, yang data bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) serta repositori data terbuka. Hasilnya adalah terwujudnya sebuah platform WebGIS yang mampu merepresentasikan sebaran demografis dan mengungkap disparitas yang mencolok dalam ketersediaan fasilitas umum antar kecamatan. Evaluasi melalui pengujian beta memvalidasi kinerja sistem yang solid, dengan tingkat keberhasilan fungsional mencapai 95,5% dan indeks kegunaan 4,2 dari skala 5,0. Sebagai kesimpulan, platform WebGIS ini terbukti efektif sebagai instrumen analisis spasial yang dapat meningkatkan keterbukaan dan pertanggungjawaban pemerintah daerah, serta memberikan landasan bagi formulasi kebijakan yang lebih berkeadilan dan berbasis empiris.
Copyrights © 2026