Keterbatasan waktu dalam perawatan tanaman sering menyebabkan penyiraman yang tidak optimal karena sistem konvensional bergantung pada jadwal tetap atau pemantauan manual yang kurang adaptif. Sebagian besar penelitian penyiraman berbasis Internet of Things (IoT) terdahulu masih menggunakan kontrol sederhana tanpa evaluasi performa yang memadai. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem penyiraman tanaman otomatis berbasis IoT dengan integrasi multi-sensor yang mampu melakukan pemantauan dan pengendalian secara real-time. Sistem dikembangkan menggunakan mikrokontroler NodeMCU ESP8266 yang terintegrasi dengan sensor kelembapan tanah, sensor suhu tanah DS18B20, dan sensor kelembapan udara DHT11, serta aplikasi Blynk sebagai antarmuka pengguna. Sistem mendukung dua mode operasional, yaitu mode otomatis berbasis parameter lingkungan dan mode manual melalui kendali jarak jauh. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu beroperasi secara fungsional dengan tingkat respons yang stabil dalam skenario pengujian. Evaluasi sensor menunjukkan bahwa DS18B20 memiliki rata-rata error sebesar 5,08%, sedangkan DHT11 sebesar 16,67%. Meskipun terdapat deviasi pada sensor kelembapan udara, sistem tetap dapat menjalankan logika kontrol dengan baik karena keputusan utama didasarkan pada kelembapan tanah. Kontribusi utama penelitian ini terletak pada integrasi multi-sensor dalam sistem penyiraman berbasis IoT dengan dual-mode control serta evaluasi performa awal terhadap akurasi sensor dan respons sistem. Hasil penelitian ini menunjukkan potensi pengembangan lebih lanjut menuju sistem irigasi cerdas yang lebih adaptif dan efisien.
Copyrights © 2026