ABSTRACT Fournier's gangrene is a rapidly progressive form of necrotizing fasciitis affecting the perineal and genital regions, carrying a high risk of sepsis and mortality when source control is delayed. Clinical management becomes more challenging in patients with uncontrolled type 2 diabetes mellitus and hypertension, as these comorbidities impair immune function and delay tissue healing. This case report describes the perioperative management of a patient treated in a resource-limited hospital based on a retrospective review of medical records, including clinical history, physical examination, laboratory findings, surgical intervention, and follow-up evaluation. A 61-year-old man presented with a one-week history of progressive scrotal swelling accompanied by severe pain and purulent discharge. Clinical assessment revealed a 5 × 5 cm scrotal mass with edema, necrosis, leukocytosis, hyperglycemia, and an HbA1c level of 13.5%. Emergency surgical debridement was performed promptly, followed by broad-spectrum antibiotic therapy, insulin administration for glycemic control, antihypertensive treatment, and multidisciplinary management. Throughout hospitalization, the patient remained hemodynamically stable, local infection was successfully controlled, and the wound demonstrated satisfactory granulation tissue formation, allowing continuation of wound care on an outpatient basis. This clinical experience highlights that integrating timely source control, optimization of metabolic comorbidities, and multidisciplinary collaboration can achieve favorable clinical outcomes even in resource-limited healthcare settings. ABSTRAK Fournier's gangrene merupakan bentuk necrotizing fasciitis yang berkembang sangat cepat pada daerah perineum dan genitalia, dengan risiko tinggi menimbulkan sepsis hingga kematian apabila pengendalian sumber infeksi terlambat dilakukan. Kompleksitas tata laksana semakin meningkat pada pasien dengan diabetes melitus dan hipertensi yang tidak terkontrol karena kedua kondisi tersebut memperburuk respons imun sekaligus menghambat penyembuhan jaringan. Laporan kasus ini menyajikan pengalaman klinis mengenai penatalaksanaan perioperatif seorang pasien di rumah sakit dengan keterbatasan sumber daya melalui penelusuran retrospektif rekam medis yang mencakup anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, tindakan operatif, serta pemantauan klinis hingga kontrol rawat jalan. Seorang laki-laki berusia 61 tahun datang dengan pembengkakan skrotum selama satu minggu disertai nyeri hebat dan keluarnya cairan purulen. Evaluasi klinis menemukan massa skrotum berukuran 5 × 5 cm dengan edema, nekrosis, leukositosis, hiperglikemia, dan kadar HbA1c 13,5%. Pasien segera menjalani debridemen darurat, terapi antibiotik spektrum luas, pengendalian glikemik menggunakan insulin, serta terapi antihipertensi melalui kolaborasi multidisiplin. Kondisi hemodinamik tetap stabil selama perawatan, infeksi lokal berhasil dikendalikan, dan luka memperlihatkan pembentukan jaringan granulasi yang baik hingga pasien dapat melanjutkan perawatan secara rawat jalan. Pengalaman klinis ini memperlihatkan bahwa integrasi source control, optimalisasi komorbid metabolik, dan kolaborasi multidisiplin mampu memberikan luaran klinis yang baik meskipun diterapkan pada fasilitas pelayanan kesehatan dengan sumber daya terbatas.
Copyrights © 2026