Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi visual, kemampuan berpikir kritis, dan kesadaran konsumsi budaya pada komunitas pecinta sneaker melalui pendampingan kajian semiotik produk Air Jordan. Kegiatan dilaksanakan bersama Sneaker Society Medan di Medan pada 25 Mei 2026 dengan melibatkan 35 peserta. Metode pengabdian menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif dan pembelajaran berbasis pengalaman melalui pemetaan kebutuhan, pemaparan konsep semiotika Charles Sanders Peirce, praktik analisis visual, diskusi kelompok, presentasi hasil, serta evaluasi reflektif. Materi pendampingan memusatkan perhatian pada qualisign, sinsign, legisign, ikon, indeks, dan simbol yang terdapat pada warna, siluet, material, logo, penomoran model, konteks pemakaian, dan citra budaya Air Jordan. Hasil evaluasi menunjukkan skor pemahaman peserta meningkat dari 50 poin menjadi 80 poin, atau sebesar 60%. Peserta tidak lagi memaknai sneaker semata-mata berdasarkan harga dan popularitas, tetapi mampu menjelaskan hubungan antara elemen desain, sejarah produk, identitas, prestise, autentisitas, serta budaya komunitas. Pendampingan ini menghasilkan lembar kerja analisis semiotik, matriks pembacaan tanda, dan rekomendasi aktivitas belajar komunitas. Kegiatan menegaskan bahwa kajian semiotik dapat dikemas secara aplikatif untuk memperkuat literasi visual dan membentuk perilaku konsumsi yang lebih reflektif di kalangan pecinta sneaker.
Copyrights © 2026