Peningkatan kebutuhan material konstruksi berbasis semen mendorong eksplorasi bahan substitusi yang lebih berkelanjutan. Fly ash sebagai produk sampingan pembakaran batu bara berpotensi menggantikan sebagian semen Portland sekaligus memengaruhi karakteristik bioreseptif mortar. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh substitusi fly ash sebesar 0%, 10%, 20%, dan 30% terhadap kuat tekan dan sifat bioreseptif mortar. Pengujian kuat tekan dilakukan pada benda uji kubus 5 × 5 × 5 cm pada umur 28, 56, dan 90 hari, sedangkan evaluasi pertumbuhan lumut dilakukan pada panel 10 × 10 × 2 cm hingga umur 90 hari dengan parameter pH permukaan, water absorption, pengamatan makroskopis, luas penyebaran, dan pengamatan mikroskopis. Hasil penelitian menunjukkan substitusi fly ash memengaruhi perkembangan kuat tekan mortar secara berbeda tergantung umur pengujian. Pada umur 28 hari, kuat tekan tertinggi diperoleh pada fly ash 30% sebesar 24,72 MPa, namun pada umur 90 hari mortar fly ash 0% menghasilkan kuat tekan tertinggi sebesar 41,20 MPa, sementara fly ash 10%, 20%, dan 30% hanya mencapai 24,80 MPa, 28,40 MPa, dan 28,80 MPa. Substitusi fly ash hingga 30% belum mampu melampaui kuat tekan mortar fly ash 0% pada umur jangka panjang. Ditinjau dari sifat bioreseptif, peningkatan kadar fly ash mempercepat penurunan pH permukaan mortar, dengan fly ash 30% mencapai pH 10 paling cepat dibandingkan variasi lainnya. Nilai water absorption menurun seiring bertambahnya kadar fly ash, dengan nilai terendah pada fly ash 30% sebesar 3,60% tanpa lumut dan 3,50% dengan lumut. Pengamatan makroskopis belum menunjukkan perbedaan pertumbuhan lumut yang jelas, namun pengamatan mikroskopis Dino-Lite memperlihatkan struktur filamen dan titik pertumbuhan yang lebih berkembang pada fly ash 20% dan 30%. Substitusi fly ash pada kisaran 20–30% menunjukkan potensi lebih baik dalam meningkatkan sifat bioreseptif mortar meskipun belum mampu melampaui kuat tekan mortar fly ash 0% pada umur 90 hari. Kata kunci: Fly ash, kuat tekan, mortar bioreseptif, pertumbuhan lumut
Copyrights © 2026