Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Vol. 1 No. 2 (2026): Student Journal

Pengaruh Waktu Curing terhadap Sifat Fisik dan Mekanis Campuran Geobead dan Fly Ash (30%) Berbasis Geopolimer Untuk Aplikasi Timbunan Jalan

Mahendra, Ade (Unknown)
Zaika, Yulvi (Unknown)
Munawir, As'ad (Unknown)



Article Info

Publish Date
21 Jul 2026

Abstract

Ade Mahendra, Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya, Juni 2026, Pengaruh Waktu Curing terhadap Sifat Fisik dan Mekanis Campuran Geobead dan Fly Ash (30%) Berbasis Geopolimer untuk Aplikasi Timbunan Jalan, Dosen Pembimbing: Yulvi Zaika dan As'ad Munawir. Pembangunan jalan di atas tanah lunak menghadapi kendala daya dukung rendah dan potensi penurunan yang besar, sehingga material timbunan ringan menjadi solusi yang banyak dikembangkan. Di sisi lain, limbah Recycled Concrete Aggregate (RCA), fly ash, dan cangkang kelapa sawit yang diolah menjadi Geobead tersedia dalam jumlah besar di Indonesia namun pemanfaatannya masih rendah. Ketiganya berpotensi dikombinasikan menjadi komposit geopolimer ultra-ringan untuk timbunan jalan, namun pengaruh waktu curing terhadap perkembangan sifat fisik dan mekanis campuran RCA dengan fly ash (30%) dan Geobead (20% dan 30%) belum banyak dikaji, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi waktu curing (3, 7, dan 14 hari) terhadap sifat fisik dan mekanis campuran Geobead dan fly ash (30%) berbasis geopolimer, menentukan waktu curing optimum, serta mengevaluasi kelayakannya sebagai material lapis fondasi jalan. Penelitian menggunakan RCA sebagai agregat utama yang distabilisasi dengan fly ash kelas C (30%) sebagai prekursor dan aktivator NaOH-Na2SiO3, dengan substitusi Geobead 20% dan 30% dari volume cetakan. Pengujian laboratorium meliputi kuat tekan bebas (UCS), kuat tarik belah, kuat lentur, dan abrasi Los Angeles pada benda uji silinder dan balok, sedangkan kelayakan strukturalnya dianalisis menggunakan metode elemen hingga (FEM) melalui PLAXIS 2D mengacu pada MDP 2024. Hasil penelitian menunjukkan kuat tekan, kuat tarik belah, dan kuat lentur meningkat seiring bertambahnya waktu curing mengikuti tren regresi logaritmik (R² hingga 0,98), meski terjadi fluktuasi sementara pada hari ke-7 akibat fase transisi geopolimerisasi. Pada curing 14 hari, variasi GB20 mencapai kuat tekan 8,86 MPa dan kuat lentur 1,77 MPa, sedangkan variasi GB30 mencapai 5,13 MPa dan 1,11 MPa, keduanya memenuhi standar minimum Cement Treated Base (3,5–4,5 MPa) menurut Spesifikasi Umum Bina Marga dan MDP 2024. Analisis FEM pada tekanan roda 700 kPa menunjukkan deformasi vertikal RCA-FA30.GB20.D14 dan RCA-FA30.GB30.D14 sebesar 2,041 mm dan 2,279 mm, masing-masing 42,10% dan 35,35% lebih kecil dibandingkan material acuan MDP 2024, sehingga memungkinkan reduksi ketebalan lapis fondasi hingga 44,4 mm. Dengan demikian, campuran RCA-fly ash-Geobead berbasis geopolimer terbukti layak digunakan sebagai material timbunan/lapis fondasi jalan ramah lingkungan dengan waktu curing optimum 14 hari. Kata Kunci: geopolimer, Recycled Concrete Aggregate (RCA), fly ash, Geobead, waktu curing, lapis fondasi jalan

Copyrights © 2026