Abstrak Penelitian ini mengkaji sejarah pembukuan (tadwīn) al-Qur’an sejak masa Nabi Muḥammad ﷺ hingga era digital kontemporer. Fokus kajian diarahkan pada proses pewahyuan, penulisan, dan kodifikasi yang berlanjut ke standardisasi mushaf, serta perkembangan metode pelestarian di era modern. Pendekatan yang digunakan adalah analisis historis-kritis (historical-critical analysis) dengan meninjau sumber klasik seperti al-Itqān fī ‘Ulūm al-Qur’ān karya al-Suyūṭī dan al-Burhān fī ‘Ulūm al-Qur’ān karya al-Zarkashī, serta literatur kontemporer seperti karya Manna‘ al-Qatṭān, Subḥī al-Ṣāliḥ, dan Muṣṭafā al-A‘ẓamī. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembukuan al-Qur’an merupakan proses dinamis yang menjembatani aspek teologis, historis, dan epistemologis. Transformasi dari transmisi lisan (riwāyah) menuju bentuk tertulis (kitābah) menegaskan komitmen umat Islam terhadap otentisitas wahyu. Pada masa modern, digitalisasi teks al-Qur’an menandai fase baru pelestarian wahyu dengan tantangan metodologis tersendiri.
Copyrights © 2026