Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep teori butun al-sab‘ah yang dikemukakan oleh ‘Ala’ al-Daulah al-Simnani dalam kitab ‘Ain al-Hayah wa Huwa Tatimmah al-Ta’wilat al-Najmiyyah serta mengkaji relevansinya dalam pengembangan studi tafsir kontemporer. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan tafsir isyari. Teknik analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menelaah konsep, struktur, serta penerapan teori butun al-sab‘ah dalam penafsiran ayat al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori 1. butun al-sab‘ah merupakan kerangka epistemologis dalam tafsir sufistik yang memandang setiap ayat al-Qur’an memiliki tujuh dimensi makna batin yang berkaitan dengan tujuh tingkatan spiritual manusia (lata’if), yaitu al-qalabiyyah, al-nafsiyyah, al-qalbiyyah, al-sirriyyah, al-ruhiyyah, al-khafiyyah, dan al-haqqiyyah. Setiap tingkatan memiliki relasi simbolik dengan para nabi, mulai dari Nabi Adam hingga Nabi Muhammad saw., yang merepresentasikan tahapan perkembangan spiritual manusia.2. butun al-sab‘ah relevan dalam pengembangan studi tafsir kontemporer karena mampu memperkaya metodologi penafsiran al-Qur’an dengan mengintegrasikan dimensi rasional dan spiritual sekaligus.
Copyrights © 2026