Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi makna semiotik dalam ritual mattulaq bala serta menganalisis relevansinya dengan pembelajaran PAI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis dan analisis semiotika berdasarkan teori Charles Sanders Peirce. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan sumber data utama meliputi tokoh agama, tokoh masyarakat, budayawan, dan masyarakat pesisir. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual mattulaq bala mengandung makna simbolik yang kuat, meliputi nilai tauhid, taqarrub (pendekatan diri kepada Tuhan), dan keselamatan sosial-spiritual. Simbol-simbol seperti pisang, bannoq, dan kue tradisional merepresentasikan harapan akan keberlanjutan hidup, rezeki, dan perlindungan dari marabahaya. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi yang signifikan dengan materi PAI, terutama dalam aspek akidah, ibadah, dan akhlak. Kesimpulannya, ritual mattulaq bala tidak hanya berfungsi sebagai tradisi budaya, tetapi juga sebagai media edukatif yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai Islam berbasis kearifan lokal. Implikasinya, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar pengembangan pembelajaran PAI yang kontekstual dan berbasis budaya lokal, serta berkontribusi dalam pelestarian tradisi dan penguatan identitas keislaman masyarakat Mandar.
Copyrights © 2026