Kebutuhan akan bahan pangan yang semakin meningkat mendorong intensifikasi di sektor pertanian. Dalam praktiknya, upaya dalam peningkatan produksi pertanian seringkali dihadapkan dengan kendala serangan hama dan serangga. Banyak petani yang masih bergantung pada penggunaan insektisida sintetis dan digunakan secara berlebihan dan terus-menerus sehingga menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti retensi hama, resurjensi, dan ancama terhadap organisme non-target. Kondisi ini mendorong pencarian alternatif pengendalian hama yang lebih aman dan berkelanjutan, salah satunya adalah dengan memanfaatkan insektisida nabati. Daun pepaya diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder yang bersifat toksik terhadap serangga. Penelitian ini bertujuan untuk menguji toksisitas ekstrak daun pepaya (Carica Papaya L.) terhadap mortalitas jangkrik (Gryllidae) serta mengetahui pengaruh berbagai tingkat konsentrasi ekstrak terhadap jumlah jangkrik yang mati. Penelitian dilakuka dengan metode maserasi daun pepaya dan pengujian toksisitas selama dua hari. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan empat tingkat konsentrasi ekstrak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun pepaya pada rentang konsentrasi yang diuji belum mampu meningkatkan mortalitas jangkrik secara signifikan. Mortalitas hanya terjadi pada konsentrasi tertinggi dengan persentase yang sangat rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa ekstrak daun pepaya masih belum memberikan efek toksik yang cukup kuat terhadap jangkrik, sehingga diperlukan konsentrasi yang lebih tinggi atau metode ekstraksi yang berbeda untuk memperoleh hasil yang lebih efektif.
Copyrights © 2026