Penelitian ini mengeksplorasi penerapan kurikulum berbasis cinta sebagai pendekatan humanistik untuk menciptakan pembelajaran yang mendalam dan bermakna. Kurikulum ini menekankan nilai kasih sayang, empati, dan penghargaan terhadap potensi peserta didik melalui interaksi yang hangat dan reflektif. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus di beberapa sekolah, penelitian menemukan bahwa guru menerapkan kurikulum berbasis cinta melalui penciptaan iklim kelas yang positif, integrasi nilai kemanusiaan dalam materi, dan refleksi bersama. Hasil menunjukkan peningkatan motivasi, keterlibatan, serta pemahaman mendalam siswa. Kendala utama terletak pada keterbatasan waktu dan pemahaman guru yang belum merata, namun pendekatan ini dinilai efektif dan humanis dalam membangun pembelajaran yang transformatif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026