Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan instrumen evaluasi pembelajaran Bahasa Indonesia, baik berupa tes maupun non-tes di sekolah dasar, serta mengkaji efektivitasnya dalam menangkap kemampuan kognitif dan afektif siswa yang sesungguhnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif analitik dengan studi kasus kelas berskala kecil yang dilaksanakan di kelas 3C SDN Lagoa 11, Jakarta Utara, pada April 2026, dengan melibatkan 27 siswa sebagai subjek penelitian. Dara dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi hasil karya tulis siswa, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan kredibilitas data yang dipastikan melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen tes, khususnya tes objektif, unggul dalam hal efisiensi penilaian dan objektivitas, namun memiliki keterbatasan dalam mengukur keterampilan berbahasa produktif seperti menulis dan berbicara. Sebaliknya, instrumen non-tes seperti penilaian diri terbukti lebih mampu menangkap kemampuan berbahasa siswa secara autentik dan holistik, meskipun penerapannya menuntut waktu dan usaha guru yang lebih besar serta memerlukan rubrik yang jelas untuk meminimalkan subjektivitas penilai. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penilaian Bahasa Indonesia di sekolah dasar idealnya memadukan instrumen tes dan non-tes secara seimbang, dilaksanakan secara berkelanjutan, dan hasilnya dimanfaatkan secara aktif sebagai umpan balik untuk memperbaiki strategi pengajaran.
Copyrights © 2026