Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kondisi geometri lengkung rel pada jalur eksisting Makassar–Pare-pare, khususnya pada Petak Maros–Rammang-Rammang (KM 18+984 – KM 23+672). Segmen ini memiliki karakteristik topografi yang bervariasi, meliputi perbukitan dan kawasan karst, sehingga berpotensi menimbulkan penyimpangan terhadap standar geometri jalur kereta api. Data yang digunakan terdiri atas data geospasial berupa Digital Elevation Model (DEM) dan shapefile jalur rel, serta data hasil survei lapangan menggunakan Total Station dan GPS Geodetik. Analisis dilakukan terhadap tiga parameter utama geometri lengkung, yaitu radius lengkung (R), peninggian rel (h), dan versine (V). Nilai radius dihitung menggunakan metode Hallade, sedangkan nilai peninggian dihitung berdasarkan hubungan antara kecepatan rencana dan radius sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2012. Hasil analisis menunjukkan tingkat kesesuaian geometri rel eksisting terhadap standar teknis nasional, sekaligus mengidentifikasi titik-titik lengkung yang mengalami deviasi signifikan. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi dalam peningkatan keselamatan dan kenyamanan operasi kereta api di wilayah Sulawesi Selatan, serta menjadi acuan teknis dalam evaluasi geometri jalur rel pada daerah bertopografi kompleks.
Copyrights © 2026