Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perceived benefit dan relationship quality terhadap partnership decision dengan perceived value sebagai variabel mediasi pada petani mitra perusahaan eksportir hortikultura di Provinsi Bali. Pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research digunakan melalui teknik purposive sampling terhadap 168 petani mitra dari empat entitas kemitraan, yaitu PT DIF Nusantara Bali, PT Radja Manggis Sejati, KNK Bali Agroplasma, dan Kelompok Tani Mitra Ekspor. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert tujuh poin dan dianalisis dengan Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) berbantuan software SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceived benefit dan relationship quality berpengaruh positif dan signifikan terhadap partnership decision maupun perceived value; perceived value berpengaruh positif dan signifikan terhadap partnership decision; serta perceived value memediasi secara parsial pengaruh perceived benefit dan relationship quality terhadap partnership decision. Model memiliki daya prediksi substansial dengan R² partnership decision sebesar 0,741 dan Goodness of Fit sebesar 0,703. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya penguatan manfaat kemitraan, kualitas hubungan, serta komunikasi nilai kemitraan secara berkelanjutan untuk memperkuat keputusan bermitra petani. Kata Kunci: Perceived Benefit; Relationship Quality; Perceived Value; Partnership Decision; PLS-SEM
Copyrights © 2026