Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) terhadap minat penggunaan QRIS pada Pedagang Kaki Lima di kawasan PPS, Desa Suci. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi performance expectancy, effort expectancy, social influence, dan facilitating conditions. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel tersebut berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat penggunaan QRIS, dengan nilai T-Statistics lebih besar dari 1,96 dan P-Values lebih kecil dari 0,05. Performance expectancy menjadi variabel dengan kontribusi terbesar, dengan nilai effect size sebesar 0,407, yang menunjukkan bahwa manfaat penggunaan QRIS, seperti kemudahan transaksi, pengurangan kesulitan uang kembalian, ketersediaan riwayat transaksi, dan peningkatan efektivitas usaha, menjadi faktor utama yang mendorong minat pedagang. Social influence juga memberikan kontribusi sedang dengan nilai effect size sebesar 0,251, yang menunjukkan bahwa permintaan konsumen, pengaruh pedagang lain, dan perkembangan transaksi nontunai turut mendorong penggunaan QRIS. Sementara itu, facilitating conditions dan effort expectancy tetap berpengaruh positif dan signifikan, meskipun kontribusinya relatif lebih kecil. Nilai R-Square sebesar 0,826 menunjukkan bahwa keempat variabel mampu menjelaskan 82,6% variasi minat penggunaan QRIS, sedangkan nilai Q-Square sebesar 0,528 menunjukkan bahwa model memiliki kemampuan prediksi yang baik. Dengan demikian, model UTAUT terbukti mampu menjelaskan minat penggunaan QRIS pada Pedagang Kaki Lima, terutama melalui manfaat yang dirasakan, pengaruh sosial, ketersediaan fasilitas pendukung, dan kemudahan penggunaan. Kata Kunci: QRIS; UTAUT; minat penggunaan; pembayaran digital; pedagang kaki lima.
Copyrights © 2026