Program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) yang didanai melalui Dana Desa bertujuan membuka peluang kerja dan menambah penghasilan warga lewat kegiatan pembangunan desa, namun pelaksanaannya di Nagari Koto Tuo, Kecamatan IV Nagari, Kabupaten Sijunjung, masih menemui sejumlah kendala terutama pada pembangunan fisik, sehingga studi ini mengkaji bagaimana pelaksanaan PKTD di nagari tersebut, kendala yang dihadapi, serta persoalan sosial yang timbul, dengan metode kualitatif deskriptif yang datanya dikumpulkan melalui observasi, wawancara bersama Pj. Wali Nagari, Kaur Keuangan, dan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), serta dokumentasi. Hasil studi memperlihatkan bahwa minat warga untuk terlibat dalam PKTD tergolong rendah karena upah yang diberikan tidak sebanding dengan pekerjaan lain di sekitar yang menawarkan bayaran lebih tinggi dan jam kerja lebih luwes, dan aturan alokasi minimal 50% anggaran untuk upah tenaga kerja justru menyulitkan pembangunan fisik seperti jalan dan drainase yang memerlukan biaya material cukup besar, dan dari sini terlihat adanya kesenjangan antara regulasi pemerintah dan kenyataan di lapangan, maka pelaksanaan PKTD di desa sebaiknya dirancang lebih luwes agar selaras dengan keadaan sosial dan ekonomi masyarakat setempat.Kata Kunci: Padat Karya Tunai Desa, Dana Desa, modal sosial, gotong royong
Copyrights © 2026