Pemerataan akses internet di Indonesia masih terkendala di wilayah berkepadatan rendah yang kurang terlayani penyedia besar, sehingga usaha RT/RW Net berbasis komunitas berperan penting. Ketika usaha ini berkembang, pengelola menghadapi keputusan strategi dalam memilih wilayah ekspansi yang paling menguntungkan dengan sumber daya terbatas. Penelitian ini bertujuan membangun sistem pendukung keputusan untuk menentukan prioritas perluasan wilayah RT/RW Net berbasis profitabilitas, yang mengintegrasikan pemilihan teknologi penyaluran bandwidth secara adaptif. Model dirancang dalam dua tahap: tahap pertama penyaringan kelayakan dan pengaturan teknologi backhaul secara berjenjang berdasarkan biaya terendah, sedangkan tahap kedua memeringkat wilayah berdasarkan enam kriteria profitabilitas. Pembobotan kriteria menggunakan metode integrasi Best-Worst Method dan Criteria Importance Through Intercriteria Correlation, sedangkan pemeringkatan menggunakan Multi-Attributive Border Approximation Area Comparison. Penerapan pada lima wilayah kandidat menghasilkan urutan prioritas yang jelas dengan tingkat konsistensi penilaian yang sangat baik. Hasil menunjukkan wilayah dengan potensi pendapatan tinggi namun berbiaya backhaul rendah memenuhi prioritas utama, sedangkan wilayah berpenduduk terbanyak justru tidak menjadi prioritas terbaik akibat biaya investasi dan persaingan yang tinggi. Analisis sensitivitas membuktikan peringkat dua wilayah teratas stabil terhadap variasi pembobotan, sehingga rekomendasi yang dihasilkan andal
Copyrights © 2026