Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Sukabumi terus berfluktuasi dan cenderung meningkat, dengan jumlah tertinggi mencapai 1.631 kasus pada tahun 2024, jauh melebihi target nasional. Studi ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kapasitas Dinas Kesehatan Kota Sukabumi dalam upaya pencegahan DBD. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data, observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, penelitian ini menganalisis data melalui kondensasi, presentasi, dan verifikasi. Teori peningkatan kapasitas Grindle (1997) digunakan sebagai analisis kerangka melalui tiga dimensi: pengembangan sumber daya manusia, penguatan organisasi, dan reformasi kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas Dinas Kesehatan Kota Sukabumi belum optimal. Pada dimensi SDM, setiap puskesmas hanya memiliki satu petugas DBD P2 dan satu kader pemantauan jentik per RW, dengan pelatihan entomologi terbatas pada 2-3 orang. Dimensi penguatan organisasi penanganan ketergantungan pada logistik RDT Demam berdarah tingkat provinsi dan fasilitas pemeriksaan yang terbatas. Dimensi reformasi kelembagaan menunjukkan bahwa koordinasi lintas sektor masih bersifat internal dan informal, sementara partisipasi masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk bersifat reaktif. Kesimpulannya, peningkatan kapasitas Dinas Kesehatan Kota Sukabumi masih terbatas dan memerlukan penguatan secara simultan pada dimensi ketiga tersebut, terutama penambahan SDM, kemandirian logistik, dan penguatan koordinasi lintas sektor.
Copyrights © 2026