Program Koperasi Desa Merah Putih merupakan salah satu strategi pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pengembangan koperasi sebagai pusat distribusi barang dan layanan masyarakat di tingkat desa. Keberhasilan operasional koperasi tersebut sangat dipengaruhi oleh efektivitas sistem distribusi, terutama dalam mengendalikan biaya logistik dan menjamin ketersediaan barang. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan Vogel’s Approximation Method (VAM) dan Least Cost Method (LCM) sebagai pendekatan optimasi biaya distribusi barang pada Koperasi Desa Merah Putih melalui kajian literatur. Penelitian menggunakan metode literature review dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Data diperoleh dari buku referensi, artikel ilmiah, prosiding, dan platform pemerintah yang membahas model transportasi, manajemen logistik, serta sistem distribusi koperasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa efisiensi distribusi dipengaruhi oleh keseimbangan antara permintaan, persediaan, dan biaya transportasi. Model transportasi mampu mengintegrasikan ketiga komponen tersebut dalam menentukan pola distribusi yang lebih efisien. Analisis menunjukkan bahwa Vogel’s Approximation Method (VAM) cenderung menghasilkan solusi awal yang lebih mendekati optimal karena mempertimbangkan nilai penalti pada setiap alokasi, sedangkan Least Cost Method (LCM) lebih sederhana dan efektif diterapkan pada jaringan distribusi yang relatif sederhana dengan mengutamakan biaya transportasi terendah. Oleh karena itu, kedua metode memiliki potensi untuk diterapkan sebagai alternatif dalam perencanaan distribusi barang pada Koperasi Desa Merah Putih guna meningkatkan efisiensi biaya logistik, menjaga ketersediaan barang di setiap gerai, mendukung pemasaran produk UMKM, serta memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi desa. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi konseptual bagi pengembangan penelitian empiris mengenai optimasi sistem distribusi pada Koperasi Desa Merah Putih.
Copyrights © 2026