Industri minyak kelapa sawit Indonesia menghadapi tantangan kualitas yang signifikan, khususnya dalam mempertahankan standar Crude Palm Oil (CPO) sesuai SNI-01-2901-2006. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengendalian kualitas CPO di PT Multimas Nabati Asahan Kuala Tanjung menggunakan metode Statistical Quality Control (SQC), dengan fokus pada tiga karakteristik mutu: kadar Asam Lemak Bebas (ALB), kadar air, dan kadar kotoran. Desain penelitian kuantitatif digunakan dengan data yang dikumpulkan dari daily laboratory report sebanyak 50 sampel produksi Data dianalisis menggunakan check sheet, histogram, diagram Pareto, dan peta kendali X̄-R. Hasil menunjukkan rata-rata ALB sebesar 4,34% (melebihi standar internal perusahaan 3,50%), rata-rata kadar air sebesar 0,2526% (melebihi batas SNI 0,25% dan standar perusahaan 0,15%), dan rata-rata kadar kotoran sebesar 0,030% (melebihi standar perusahaan 0,02%). Analisis Pareto mengidentifikasi kadar air sebagai ketidaksesuaian paling sering (23 sampel, 44,23%), diikuti kadar kotoran (17 sampel, 32,69%), dan ALB (12 sampel, 23,08%). Peta kendali X̄-R menunjukkan seluruh karakteristik mutu berada dalam batas kendali statistik. Analisis akar masalah dengan kerangka 5W+1H mengidentifikasi faktor penyebab utama: kualitas buah saat sortasi, pemeliharaan mesin, pengendalian suhu proses, dan tingkat keterampilan operator. Temuan ini memberikan rekomendasi perbaikan yang dapat ditindaklanjuti dalam manajemen produksi CPO.
Copyrights © 2026