Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat densitas leksikal (lexical density) pada teks fabel dan mengidentifikasi pola distribusi kata leksikal serta kata fungsi yang membentuk karakteristik wacana naratif anak. Densitas leksikal merupakan salah satu parameter linguistik fungsional-sistemik yang menunjukkan proporsi kata bermuatan makna (content words) terhadap keseluruhan kata dalam sebuah teks, dan lazim digunakan untuk membedakan kerumitan informasi antara wacana lisan dan wacana tulisan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan korpus berupa lima teks fabel populer, yaitu Kancil dan Buaya, Kura-Kura dan Kelinci, Semut dan Belalang, Serigala Berbulu Domba, serta Burung Gagak dan Kendi, yang dianalisis menggunakan rumus densitas leksikal Ure (1971). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata densitas leksikal pada kelima fabel tersebut adalah 67,43%, dengan teks Semut dan Belalang menunjukkan nilai tertinggi (74,73%) dan teks Serigala Berbulu Domba menunjukkan nilai terendah (64,21%). Temuan ini mengindikasikan bahwa fabel sebagai genre naratif tulisan untuk anak memiliki densitas leksikal pada kategori sedang menuju tinggi, lebih padat dibandingkan wacana lisan namun masih relatif renggang dibandingkan wacana akademik formal. Pola ini berkaitan dengan penggunaan konjungsi temporal dan kausal yang relatif tinggi sebagai penanda struktur naratif serta penggunaan diksi konkret yang mendukung visualisasi tokoh binatang bagi pembaca anak. Implikasi penelitian ini relevan bagi pengembangan materi ajar membaca dan penulisan bahan literasi anak yang memperhatikan keseimbangan antara kepadatan informasi dan keterbacaan teks.
Copyrights © 2026